Latest Entries »

JODOH SESAAT

Kisahku
image

Kisah ini berawal dari coba coba mengacak nomor telfon,siapa tahu ada yang bisa di ajar temenan.  Setiap yang aku sms tidak ada balasan yang mengenakkan,dengan kata kata yang kasar maupun yang ku sms cowok. Yaaa namanya nasib belum baik kali hehhehe.

Sampai aku dapat nomor yang bisa di ajak kenalan. Namanya Miftha itu panggilannya. Hari berganti hari kami isi dengan telfon dan sms dan sampai suatu hari kami ketemuan

Semenjak pertemuan yang berkesan itu,walaupun hanya nongkrong di pinggir jalan dan di temani bakso 3000an. Kami habis kan waktu dengan canda sedikit dalam percakapan.

Dua bulan pun berlalu,tanpa basa basi aku terus menyatakan cintaku padanya dan dengan suara yang sayup dia berkata “aku juga cinta kamu. Dengan perasaan gembira aku raih tangannya dan ku peluk tubuhnya. Dalam pelukan ku dia miftha berkata “udah dong ntar da yang liat,kan aku malu.
Sambil melempas pelukan aku berbisik ” yo yo yo yo yo

Semenjak jadian,aku mulai sering ambil cuti kerja. Ya dengan modal sejuta alasan.  Masak punya pacar kok di anggurin,kan kacian.

Selama kurang lebih dua bulan kami pacar,timbul kemantapan hati untuk mempersunting miftha. Walaupun kami sempat putus karena ego kami.

Dengan sedikit orang dan bawaan,akupun melamarnya. Dengan rasa yang penuh suka cita yang aku rasakan karena lamaranku di terima. Keluarga Miftha meminta acara resepsi di adakan bulan haji dan akad nikah di laksanakan secepatnya. Karena lama lama katanya tidak baik. Kami pun menerima apa yang menjadi keinginan orang tua miftha.

Udara yang panas membuatku gerah dan tidak bisa tidur. Dari o
Pada kepanasan mending jalan jalan cari angin “. pikirku. Tanpa terasa aku sampai di dekat rumah Miftha. Walaupun aku sendiri tidak berniat untuk kerumahnya.

Suasanya cukup ramai.maklum waktu itu musim kampanye caleg,banyak orang begadang. Di depan warung kopi aku berhenti dan masuk ke warung.
“Kopinya satu buk.ucapku pada penjaga warung.
Selang beberapa waktu.
“Ini dek kopinya
‘Ya trima kasih ku
“Oya kamu yang kemaren lamaran sama mifthanya.
‘Ya bu,bentar lagi mo nikah.
“Saya kasih tahu ya,mending jangan nikah sama dia.
‘Mang kenapa bu.
“Masak kamu nggak tahu,dia kan punya penyakit e******i.
‘Emang nggak bisa disembuhkan.
“Ya kalo bisa di sembuhin,Miftha udah nikah dari dulu.

Dari pada pikiran ku jadi kacau,akupun membayar kopi dan beranjak pulang. Fikiranku kacau sejak mendengar kabar tersebut.
Untuk mencapai solusi yang terbaik.aku berunding dengan orang yang selama ini baik kepadaku. Dan mereka melarang untuk melanjutkannya.

Dengan perasaan yang bimbang akupun pergi ke seorang ustad yang aku percaya mampu memberijan solusi. Sesampai disana. Aku di sambut dengan hangat. Sebelum aku berbicara,Osk ustad sudah berbisa dengan santai.
+ Sudah laksanakan apa yang jadi kemantapan hatimu.
– Tapi dia punya penyakit pak
+ Sudah tidak usah dipikirkan nanti penyakitnya hilang.
– Alhamdulillah, terima kasih pak atas sarannya.
+ Ya sama sama.

Dengan perasaan gembira aku pun beranjak pulang.

Empat minggupun berlalu,tiba waktunya aku menikah. Dengan berat hati aku katakan kalau acara akad nikah itu acara pembatalan pernikahan agar tidak ada hal Yang tidak di inginkan.

Semenjak pernikahanku dengan Miftha.Aku selalu bolak balik dari tempat kerja ke rumah Miftha.
Sampai suatu hari,badanku capet dan ngantuk berat. Ku sandarkan badan di sofa yang biasa aku buat tidak sebelum menikah.

Tanpa aku sadari aku tertidur  dan tidak mendengar bunyi telfon maupun sms dari Miftha.
Keesokan harinya aku lihat puluhan panggilan tidak terjawab dan sms dari Miftha. Segera aku telfon Miftha,namun panggilan tidak dijawab. Berulang kali aku coba tapi hasilnya nihil.

Mungkin Miftha lagi sibuk dan tidak tahu ada panggilan masuk. Akupun bekerja seperti biasa.  Sekitar pukul 07.30 ada panggilan dari temanku yang menikah dengan tetangga Miftha. Dia menggabarkan bahwa istriku telah meninggal.

Dengan perasaan campur aduk,aku pulang kerumah miftha. Menurut mertuaku, Miftha kambuh penyakitnya dan menjadikannya meninggal. Setelah pemakaman akupun pulang dan mengadakan kirim doa di rumahku sendiri.

Karena uang yang aku miliki sedikit. Aku hanya mengajar temanku untuk membaca yasin tahlil sampai tujuh hari.Itupun kami lakukan selepasku kerja,sekitar pukul 23.00.

Setelah tujuh hari meninggalnya istriku. Aku pergi ke rumah ustad yang dulu ku temui. Sesampainya akupun lalu bertanya
– Bagaimana ini pak katanya hilang penyakitnya,tapi kok meninggal
+ Begitu,aku tahu kamu sudah mantap untuk menikahinya. Dan memang itu jodohmu,penyakitnya sudah hilang karena kematian. Jodohnya itu cuma kami,jadi yang tabah dan ikhlas. Kamu masih punya jodoh lagi. Ingin Allohlah sebaik baiknya perencana.
–  Terima kasih pak atas penjelasannya dan akan ku ingin nasehat Bapak

Sejak saat itu aku ikhlas tentang semua ini.

TERIMA KASIH SAYANG
UNTUK SEMUANYA
KU BAHAGIA WALAU HANYA 36 HARI

Gunung Kelud adalah gunung api tipe A di Jawa Timur yang sangat aktif dengan letusannya didominasi oleh letusan eksplosif cukup kuat baik yang terjadi pada pra sejarah maupun dalam masa sejarah manusia untuk menghasilkan endapan-endapan freatik, freatomagmatik, aliran piroklastik dan jatuhan piroklastik di sekitarnya. Sejak tahun 1300 Masehi, gunung ini tercatat aktif meletus dengan rentang jarak waktu yang relatif pendek (9-25 tahun), menjadikannya sebagai gunung api yang berbahaya bagi manusia. Hingga kini, sudah beberapa kali gunung tersebut meletus. Kekhasan gunung api ini adalah adanya danau kawah (hingga akhir tahun 2007) yang membuat lahar letusan sangat cair dan membahayakan penduduk sekitarnya. Akibat aktivitas tahun 2007 yang memunculkan kubah lava, danau kawah nyaris sirna dan tersisa semacam kubangan air. Sejak abad ke-15, Gunung Kelud telah memakan korban lebih dari 15.000 jiwa. Letusan gunung ini pada tahun 1586 merenggut korban lebih dari 10.000 jiwa. Atas dasar itu, sebuah sistem untuk mengalihkan aliran lahar telah dibuat secara ekstensif pada tahun 1926 dan masih berfungsi hingga kini setelah letusan pada tahun 1919 memakan korban hingga ribuan jiwa akibat banjir lahar dingin menyapu pemukiman penduduk. Pada abad ke-20, Gunung Kelud tercatat meletus pada tahun 1901, 1919, 1951, 1966, dan 1990. Tahun 2007 gunung kembali meningkat aktivitasnya.

Letusan di 1919, termasuk yang paling mematikan karena menelan korban 5.160 jiwa, merusak sampai 15.000 ha lahan produktif karena aliran lahar mencapai 38 km, meskipun di Kali Badak telah dibangun bendung penahan lahar pada tahun 1905. Selain itu Hugo Cool pada tahun 1907 juga ditugaskan melakukan penggalian saluran melalui pematang atau dinding kawah bagian barat. Usaha itu berhasil mengeluarkan air 4,3 juta meter kubik. Karena letusan inilah kemudian dibangun sistem saluran terowongan pembuangan air danau kawah, dan selesai pada tahun 1926. Secara keseluruhan dibangun tujuh terowongan. Pada masa setelah kemerdekaan dibangun terowongan baru setelah letusan tahun 1966, 45 meter di bawah terowongan lama. Terowongan yang selesai tahun 1967 itu diberi nama Terowongan Ampera. Saluran ini berfungsi mempertahankan volume danau kawah agar tetap 2,5 juta meter kubik. Letusan 1990 berlangsung selama 45 hari, yaitu 10 Februari 1990 hingga 13 Maret 1990. Pada letusan ini, Gunung Kelud memuntahkan 57,3 juta meter kubik material vulkanik. Lahar dingin menjalar sampai 24 kilometer dari danau kawah melalui 11 sungai yang berhulu di gunung itu. Letusan ini sempat menutup terowongan Ampera dengan material vulkanik. Proses normalisasi baru selesai 1994.

Aktivitas gunung ini meningkat pada akhir September 2007 dan masih terus berlanjut hingga November tahun yang sama, ditandai dengan meningkatnya suhu air danau kawah, peningkatan kegempaan tremor, serta perubahan warna danau kawah dari kehijauan menjadi putih keruh. Status awas dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi sejak 16 Oktober 2007 yang berimplikasi penduduk dalam radius 10 km dari gunung (lebih kurang 135.000 jiwa) yang tinggal di lereng gunung tersebut harus mengungsi. Namun letusan tidak terjadi. Setelah sempat agak mereda, aktivitas Gunung Kelud kembali meningkat sejak 30 Oktober 2007 dengan peningkatan pesat suhu air danau kawah dan kegempaan vulkanik dangkal. Pada tanggal 3 November 2007 sekitar pukul 16.00 suhu air danau melebihi 74 derajat Celsius, jauh di atas normal gejala letusan sebesar 40 derajat Celsius, sehingga menyebabkan alat pengukur suhu rusak. Getaran gempa tremor dengan amplitudo besar (lebih dari 35mm) menyebabkan petugas pengawas harus mengungsi, namun kembali tidak terjadi letusan. Terakhir, Kamis (13/2) di 2014, gunung yang berada di Kediri itu kembali meletus sekitar pukul 23.00 WIB. Ribuan warga mengungsi ke penampungan. Hujan batu dan petir melanda hingga dini hari. Masih belum diketahui kerugian dan ada atau tidaknya korban jiwa.

Dahulu kala, Dewi Kilisuci, putri dari Jenggolo Manik
yang terkenal akan kecantikannya dilamar dua orang
raja. Namun yang melamar ternyata bukan dari bangsa
manusia, melainkan dari bangsa lelembut berkepala
Lembu bernama Raja Lembu Suro serta satunya lagi
berkepala kerbau bernama Mahesa Suro. Mendapat lamaran itu Dewi Kilisuci pun bersiasat
dengan membuat sayembara yang tidak mungkin
dikerjakan oleh manusia biasa, yaitu membuat dua
sumur di atas puncak gunung Kelud, yang mana salah
satu harus berbau amis dan yang satunya harus
berbau wangi serta harus selesai dalam satu malam atau sampai ayam berkokok. Akhirnya dengan kesaktian yang dimiliki Mahesa Suro
dan Lembu Suro, sayembara tersebut disanggupi
mereka dengan bekerja semalaman sehingga akhirnya
dapat diselesaikan keduanya.

Meski begitu, Dewi Kilisuci ternyata masih belum mau
diperistri dan berusaha ingkar janji. Dengan segala tipu
daya Dewi Kilisuci mengajukan satu permintaan lagi,
yakni kedua raja tersebut harus membuktikan dahulu
bahwa kedua sumur yang telah selesai dibuat benar-
benar berbau wangi dan amis dengan cara mereka berdua harus masuk ke dalam sumur. Terpedaya oleh rayuan Sang Dewi, keduanya pun
langsung masuk ke dalam sumur yang sangat dalam.
Begitu mereka sudah berada di dalam sumur, Dewi
Kilisuci memerintahkan prajurit Jenggala untuk
menimbun keduanya dengan batu. Maka matilah
Mahesa Suro dan Lembu Suro. Tetapi sebelum mati Lembu Suro sempat bersumpah
dengan mengatakan “Orang Kediri besok akan
mendapatkan balasanku yang sangat besar. Kediri
bakal jadi sungai, Blitar akan jadi daratan dan
Tulungagung menjadi danau.”

Dari legenda ini akhirnya masyarakat lereng Gunung
Kelud melakukan sesaji sebagai tolak bala sumpah itu
yang disebut Larung Sesaji, namun selain hikayat itu
masyarakat lain daerah juga meyakini bahwa Gunung
Kelud merupakan tempat pertemuan roh-roh halus se
Jawa-Bali. Hal ini ditandai dengan banyaknya orang- orang Bali dan sekitarnya yang ikut mengadakan
sesaji di Gunung Kelud Acara Larung Saji ini digelar setahun sekali pada
tanggal 23 bulan Surau oleh masyakat sekitar. Adapun
maksud Larung Sesaji saat ini sebagai tanda rasa
syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat dan
kesehatan yang diberikan kepada masyarakat Lereng
Gunung Kelud.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.